CAIRKAN DANA BPUM SEORANG IBU NYARIS MELAHIRKAN DI BANK

22 | dibuat oleh Admin, 27-10-2020

Beginilah aksi heroik anggota Kepolisian dari Unit PAM OBVIT SAT Sabhara Polres cianjur saat mengevakuasi seorang ibu yang akan melahirkan. Menggunakan kendaraan dinasnya dengan cepat petugas langsung membawa perempuan hamil yang sudah mengalami kontraksi hebat ini ke klinik persalinan terdekat. Terus merintih kesakitan beberapa kali petugas mencoba menenangkan ibu muda ini hingga akhirnya tiba di tempat persalinan. Saat tiba di klinik petugas kembali membantu ibu muda yang sudah dalam kondisi lemas ini untuk masuk ke ruang persalinan. Beruntung masih bisa dibawa tepat waktu ibu hamil yang sudah mengalami pecah ketuban ini pun langsung ditangani oleh bidan. Kepala Unit Pengamanan Objek Vital SAT Sabhara Polres Cianjur yang membawa ibu hamil ini menuturkan ia dengan beberapa anggotanya tengah melakukan pengamanan di lokasi dan langsung mendapati laporan asanya ibu hamil yang diduga kontraksi.

"Begitu saya hampiri ternyata betul ibu itu sudah keluar ketubannya, cairannya dan sudah tidak bisa bergerak lagi, akhirnya kami inisiatif dengan anggota pak obvit segera kami bawa kendaraan dan langsung evakuasi ke bidan rumah bersalin di griya. Dan kebetulan ini itu waktu saat itu sudah dah menerima bpum hanya saja saat kembali ia langsung ia terasa mau melahirkan gitu. Sudah, sudah. Kesininya kebeteulan ibu itu ada yang mendampingi sodaranya tadi ikut dengan saya ada juga yang ikut. Betul sudah ditangani sama bidan dan sekarang sedang proses bersalin." AIPTU Saban Prayitno Kanit PAM OBVIT Polres Cianjur

Ditangani bidan klinik beberapa saat kemudian sang bayi perempuan pun lahir selamat dengan berat badan 4 koma 3 kilogram dan panjang badan 50 centimeter. Belakangan diketahui identitas ibu muda berusia 35 tahun ini bernama Lilis Rusmiyati warga asal Cianjur Selatan. Sebelumnya dalam kondisi hamil tua ia pergi ke kantor BRI Cabang Cianjur guna membawa uang Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro atau BPUM sebesar 2 koma 4 juta rupiah. Jarak puluhan kilometer meter ia tempuh seorang diri demi mendapat uang bantuan, padahal saat itu usia kandungannya sudah menginjak 10 bulan lebih.

Mengaku tidak bisa mencairkan dana bantuan tersebut di kantor unit bank di tempatnya Lilis pun rela rela bepergian demi modal yang akan ia pergunakan untuk keperluan warungnnya. Dengan berani Lilis berangkat malam hari ke rumah saudarinya yang berada di Cianjur Kota yang tak jauh dari kantor Bri Cabang Cianjur. Keesokan harinya Lilis ditemani saudarinya kemudian datang ke bank pada pukul 8 pagi. Sempat menunggu beberapa saat Lilis pun akhirnya berhasil mencairkan uang dana bantuan. Saat akan kembali tiba-tiba ia mengalami kontraksi hingga mengalami pecah ketuban hingga akhirnya petugas Kepolisian membawa Lilis ke klinik bersalin.

"Ga bisa di sana. Iya. Ga bisa karena jaga warung. Sepuluh bulan dua minggu. Baru tadi malem sampe jam dua. Engga. Ga diantri sih. Pagi. Jam sepuluh. Ama polisi. Waktu di bank sama Ade. Dua juta empat ratus. Buat buka warung buat gedein warung.” Lilis Rusmiyati Penerima BPUM

Meski demikian Lilis merasa bersyukur karena dana bantuan Presiden untuk modal warungnya sudah diterima dan anak keempatnya pun lahir dengan selamat dan sehat.