WALI KOTA MINTA PARA PENGELOLA PASAR MODERN DAN PUSAT PERBELANJAAN UNTUK PATUHI JAM OPERASIONAL DAN GUNAKAN KANTONG BELANJA RAMAH LINGKUNGAN

63 | dibuat oleh Admin, 19-11-2020

Penggunaan kantong plastik sekali pakai di pasar modern dan pusat perbelanjaan di Kota Cimahi harus mulai dikurangi karena tidak ramah lingkungan. Sebagai alternatifnya, konsumen harus diarahkan untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan. Demikian diutarakan Wali Kota Cimahi, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bagi para pengelola pasar modern dan pusat perbelanjaan se-Kota Cimahi, bertempat di Aula Gedung Cimahi Techno Park pada Senin (16/11). Turut hadir pada kesempatan tersebut, perwakilan dari KODIM 0609 dan para narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi.

“Terpenting dari kegiatan hari ini, hal yang sering lah kita dengar beberapa waktu yang lalu … Tentang penggunaan kantong sekali pakai… yang sering kita sebut ‘keresek’ lah yah…. Nah kami dari Pemkot melalui Disdagkoperin memberikan dulu contoh untuk dipakai kepada para pengelola pasar modern tadi dikasih kantong yang bisa beberapa kali pakai… dan lebih ramah lingkungan, karena kalaupun itu dibuang cepet terurai. Jadi ini diberi dulu sebagai contoh… sudah dibagikan Sama dinas kami [Disdagkoperin]. Sisanya mereka harus menyediakan sendiri,” ujarnya.

Dikatakan Wali Kota Ajay, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi sendiri saat ini tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait dengan pelarangan penggunaan kantong belanja sekali pakai ini. Tujuan utama dari Perwal ini adalah untuk mendorong penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di tempat-tempat perniagaan di Kota Cimahi. “Beberapa bulan yang lalu kita sudah buat perwalnya, kalau tidak salah sudah ada, sedang bersama Bagian Hukum [Sekretariat Daerah]. Karena itu kita terus sosialisasikan. Intinya untuk kantong belanja sekali pakai ini sudah dilarang sama sekali…Minimal di pasar modern lah yah,” terang Ajay.

Ditanya tentang target waktu terkait penerapan aturan pelarangan penggunaan kantung belanja sekali pakai di dalam Perwal tersebut, Ajay belum dapat memberikan tenggat waktu spesifik untuk hal tersebut. Yang jelas, pihaknya berharap program peralihan dari kantong belanja plastic sekali pakai ke kantong belanja ramah lingkungan ini akan tuntas pada tahun 2021 nanti. Terkait apakah penggunaan kantong belanja ramah lingkungan ini sifatnya berbayar atau tidak, Ia menyerahkan hal tersebut kepada para pengelola dari masing-masing pasar modern dan pusat perbelanjaannya.

“Mungkin berbayar mungkin tidak… tergantung pengelolanya…. karena kita tidak mengatur kesana… tapi kami mengatur tentang, hal ini loh yang musti dilaksanakan, [terkait] bahannya,” imbuh Ajay. Terakhir, Ajay berharap penggunaan kantong belanja ramah lingkungan akan semakin massif sehingga dapat mengurangi produksi sampah plastik di Kota Cimahi. Untuk itulah, Pemkot Cimahi melalui Disdagkoperin akan terus melakukan sosialisasi secara gencar untuk mendorong kesadaran di kalangan masyarakat agr mengurangi penggunaan kantong belanja plastic sekali pakai.

“Harapannya pasti… karena kita kemarin sempat viral beberapa waktu yang lalu tentang sampah plastik yang tidak pernah terurai selama puluhan tahun…. Merusak lingkungan dan sebagainya…. Itu tidak lagi terlihat sampah seperti itu. Itu yang pertama. Disamping itu, karena sekarang kan design nya cukup bagus… kualitasnya sudah bagus, itu barangkali…. masyarakatnya lebih dewasa, lebih sadar bagaimana menggunakan bahan yang bagus….. jangan bahan yang sekali pakai….karena itu tidak ramah lingkungan,” tutup Ajay